Kota Bekasi News

Friday, November 27, 2009

PT Jasa Marga Tbk terjebak perjanjian bagi hasil pengerjaan ruas tol Cikampek-Cibitung

Kabupaten bekasi, dobeldobel.com
Perjanjian yang disepakati tahun 1989 itu telah menjerumuskan Jasa Marga untuk membayar kewajiban mencapai Rp100 miliar setiap tahun kepada PT Bangun Tjipta Sarana selaku kontraktor ruas Cikampek-Cibitung.

Kasus perdata antara PT Jasa Marga Tbk dengan PT Bangun Tjipta Sarana (BTS) digulirkan lantaran adanya usulan pengkajian kembali sebuah perjanjian bagi hasil yang terjadi tahun 1989. Ketika itu, Jasa Marga berupaya membayar jasa PT Bangun Tjipta Sarana untuk pembangunan ruas Cikampek-Cibitung yang menurut perhitungan senilai Rp69,5 miliar menggunakan sistem bagi hasil selama 26 tahun.

Namun, di luar dugaan, prediksi lalu lintas harian tol Jakarta-Cikampek sebesar 5.400 kendaraan per hari (golongan 1 sebanyak 2.000 kendaraan, golongan 2 sebanyak 3.400 kendaraan) langsung melonjak mencapai 358.238 kendaraan per hari pada 2008. Apalagi, ruas tersebut telah mengalami banyak perkembangan, terutama setelah terhubung dengan ruas Cipularang pada 2005 dan ruas JORR yang tersambung ke Cikunir pada 2007.

"Menurut analis keuangan kami, sebenarnya, sistem bagi hasil itu sudah mengalami pelunasan pada 2002. Kalau ini diteruskan, BTS (PT Bangun Tjipta Sarana) dapat untung lebih," jelas Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Frans S. Sunito, di Jakarta, Jumat (27/11).

Dulu, kedua perusahaan itu menyepakati perjanjian bagi hasil dengan porsi 69% untuk Bangun Tjipta Sarana dan 31% untuk Jasa Marga. Perjanjian itu diteken untuk melunasi utang biaya pekerjaan penambahan lajur yang ketika itu menelan biaya Rp69,5 miliar menurut perhitungan Jasa Marga. Sedangkan Bangun Tjipta Sarana mengeklaim mengeluarkan biaya sekitar Rp78 miliar.

Dengan porsi itu, Bangun Tjipta Sarana akan mendapatkan hasil pengusahaan tol selama 26 tahun. Penetapan periode perjanjian selama 26 tahun itu digulirkan melalui perkiraan tingkat kepadatan lalu lintas harian 5.400 kendaraan per hari dan internal rate return (IRR) sebesar 18,9%.

Namun, ternyata belum juga mencapai 26 tahun, IRR itu telah tercapai pada 2002. Artinya, pengembalian utang pekerjaan konstruksi Cikampek-Cibitung telah tercapai pada 2002. "Bahkan, mereka mendapat untung yang sangat besar. Tahun 2008 saja, IRR kami sudah 26%. Bayangkan betapa besarnya. Anehnya, di sini mereka memposisikan sebagai investor, mitra. Padahal, mereka hanya kontraktor. Kalau sama-sama keluar modal sih tidak apa-apa ya mendapat untung besar dari ruas ini, tapi kan ini yang modal cuma Jasa Marga," tutur dia. (*/OL-04)

No comments:

Post a Comment

Pemerintah Kota Bekasi

dobeldobel.com - webrizal.com

My weblink