Kota Bekasi News

Tuesday, July 26, 2011

Jelang Lebaran, Bekasi Perbaiki Jalan Rusak

Jalan rusak di kawasan Cikarang sepanjang jalur Kalimalang - Kab. Cibitung
TEMPO Interaktif, Bekasi - HAMLUDDIN
Menyongsong Lebaran, perbaikan jalan rusak sepanjang 45 kilometer di jalur mudik Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akan dikebut selama Ramadan. Pemerintah Bekasi menargetkan perbaikan kelar dua pekan sebelum Idul Fitri 1432 Hijriah.

Wakil Bupati Darip Mulyana mengatakan, pengerjaan proyek dilakukan serentak awal Agustus nanti. "Perbaikan ruas jalan diperkirakan berlangsung dua pekan sehingga sudah bisa dilalui saat arus mudik berlangsung," kata Darip kepada wartawan, Selasa, 26 Juli 2011.


Dana perbaikan jalan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk ruas jalan nasional dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk ruas jalan provinsi dan jalan kota yang rusak. "Pelaksana teknis pemerintah daerah, tetapi saya tidak tahu persis nominal anggarannya," kata Darip.


Jalan rusak di Kawasan Kemang Pratama yang diprotes Ki Kusumo
Ruas jalan rusak terdapat di 16 titik jalan nasional dan jalan provinsi. Di antaranya Jalan Diponegoro, dari wilayah perbatasan Kota Bekasi sampai Tambun. Jalan Hasanudin, dari pasar Tambun sampai pertigaan Cibitung.

Kemudian Jalan Tengku Umar, dari pertigaan Cibitung sampai Terminal Induk Cikarang. Jalan Inspeksi Kali Malang, dari Tambun sampai pintu tol Cibitung, dan dari Cibitung sampai ke kawasan industri Jabebaka, Cikarang.

Sebagian ruas jalan rusak, kata Darip, sedang dalam perbaikan, seperti Jalan Tengku Umar. Sementara, Jalan Inspeksi Kali Malang sudah tender dan menunggu kelengkapan administrasi.

Selain ruas jalan, pemerintah daerah juga membetulkan rambu-rambu lalu lintas, seperti papan penunjuk arah dan juga traffic light. “Perbaikan untuk kenyamanan pemudik selama melintas di Kabupaten Bekasi, terutama kendaraan roda dua,” katanya.

Sementara itu, di Kota Bekasi, perbaikan jalan belum bisa dilaksanakan karena Pemerintah Kota Bekasi belum menyelesaikan rencana kerja anggaran.

Di antara jalur mudik di Kota Bekasi yang rusak parah adalah Jalan Wibawamukti, Jatiasih, dan Komsen. Ruas tersebut merupakan akses pemudik dari wilayah Jakarta dan Bogor yang masuk melalui jalur alternatif Cibubur menuju Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, ke Karawang, sampai Pantura.

Di wilayah utara, kerusakan terjadi di Jalan Raya Bintara yang menjadi akses alternatif bagi pemudik dari Cakung Jakarta Timur. Sedangkan akses utama dari Pondok Gede masih terjadi kerusakan di ruas Jalan Jatikramat.

Kepala Dinas Binamarga dan Tata Air Kota Bekasi, Momon Sulaeman, mengakui banyaknya ruas jalan di Kota Bekasi yang rusak. Dia berjanji segera berkoordinasi dengan Wali Kota agar perbaikan jalan rusak tersebut segera dilaksanakan sekalipun rencana kerja belum kelar.

"Sampai saat ini, kami juga belum menerima masukan dari Dinas Perhubungan terkait jalan mana saja yang rusak," katanya.

----------------------

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI
Protes warga soal jalan rusak di depan sekolah Al Azhar, Komplek Perumahan elit Kemang Pratama Bekasi mulai bermunculan.

Warga memasang beberapa papan yang bertuliskan sindiran terhadap Pemkot Bekasi, yang dipasang di Jalan Kemang Pratama Raya yang mengalami rusak parah sepanjang 200 meter.

Ki Kusumo, salah satu perwakilan warga Perumahan Kemang Pratama mengaku prihatin dan geram dengan sikap Pemkot Bekasi yang tidak memperhatikan persoalan yang menyangkut kebutuhan orang banyak.
"Kami hanya ingin mempertanyakan kepada Pemkot tentang pajak yang sudah kami bayar. Masyarakat jangan dibebani dengan iuran pajak yang naik tiap tahun, tapi tidak ada realisasi pembangunannya. Nah, sekarang kita minta hak, tolong jalan yang rusak diperbaiki. Itu hal sepele kok, emang duitnya dikemanakan?" ungkap Ki Kusumo yang juga Ketua Umum Gerakan Rakyat Berkembang (GERBANG) dan Komando Pejuang Merah Putih ini.

Ki Kusumo juga menuding Pemkot hanya mengumbar janji-janji pada masyarakatnya. Buktinya, Pemkot Bekasi hanya mementingkan persoalan politik pencitraan saja.

Pemerintah harus bertanggungjawab, lanjut Ki Kusumo, karena dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2011, sudah disisakan sekitar Rp 950 juta untuk jalan rusak di Kemang Pratama.
"DPRD tuh sudah ketuk palu untuk mengeluarkan dana yang berkenaan dengan jalan rusak tadi, mau nunggu apa lagi?" Ki Kusumo kesal.

Ki Kusumo menghimbau masyarakat untuk berhenti bayar pajak, jika tidak ada respon yang baik dari Pemkot Bekasi. Selain itu, bersama organisasinya dan seluruh lapisan masyarakat, ia akan mendemo perihal jalan rusak di seluruh kota Bekasi.

"Saya juga akan mengeksposnya besar-besaran. Baik di media cetak maupun elektronik," tutur Ki Kusumo.
Awalnya, aksi warga Kemang Pratama tak digubris. Sebaliknya, papan nama dan atribut Ormas yang dipasang di sekitar jalan rusak justru dicopot. Namun akhirnya, melalui Satpol PP dan aparat pemerintah setempat meminta maaf dan mengembalikan papan nama dan atribut tersebut kepada Ki Kusumo.

Pihak Pemkot Bekasi berjanji akan melakukan perbaikan jalan Kemang Pratama, paling lambat satu bulan kemudian.

No comments:

Post a Comment

Pemerintah Kota Bekasi

dobeldobel.com - webrizal.com

My weblink